Pesan Gubernur NTB, TGB H. Zainul Majdi, MA. terkait Pendidikan

Senin, 27 April 2009, Gubernur NTB, Bapak TGH. M. Zainul Majdi, MA. melakukan pemantauan pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP/MTs tahun pelajaran 2008/2009 di SMPN 6 Mataram. Sebelum melanjutkan pemantauan ke sekolah lain, beliau menyempatkan diri berbincang di ruang kepala SMPN 6 Mataram.

Pada kesempatan tersebut, beliau mengemukakan kondisi-kondisi dunia pendidikan terkait dengan dilaksanakannya ujian nasional sekaligus menyampaikan harapan beliau bagi sekolah yang menjadi ujung tombak pendidikan di tengah masyarakat.

Beliau mengemukakan bahwa adanya ujian nasional tidak selamanya disikapi dengan baik dan benar oleh masyarakat. Beberapa kesalahan dalam menyikapi ujian nasional adalah kecenderungan dari sekolah untuk lebih memfokuskan usaha dalam proses pengajaran atau usaha mencerdaskan peserta didik. Hal ini terutama karena menyangkut citra publik suatu lembaga pendidikan yang secara tidak langsung dipandang oleh sebagian masyarakat terkait dengan tingkat kelulusan peserta didik sekolah tersebut. Pada akhirnya, yang terjadi adalah sekolah-sekolah cenderung memforsir peserta didik mereka dalam menyiapkan ujian nasional.

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan harapan agar SMPN 6 Mataram tidak melupakan bahwa aspek terpenting dari pendidikan adalah proses internalisasi siswa (usaha siswa membentuk integritas diri). Inilah yang seharusnya menjadi tujuan bersama dimana sekolah merupakan ujung tombaknya.

Sedangkan menyangkut ujian nasional, beliau mengharapkan pihak sekolah dapat menumbuhkan sikap rileks terhadap peserta didik dalam menghadapinya. Sehingga kondisi psikogis mereka tidak tertekan.

Pada akhir kunjungan, beliau menyampaikan pesan tertulis kepada para pendidik, khususnya di lingkungan SMPN 6 Mataram. Pesan yang beliau sampaikan merupakan kutipan dari seorang ulama besar Al-Hasan Al-Bashri yang berbunyi:

“Allah tidak memberi batasan amal seseorang kecuali dengan kematian.”

Lalu beliau melanjutkan, “Terus berkarya, berprestasi!”

muhtarahmad

Leave a Reply Text

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *